<strong>BERITAOKE.id</strong> - Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini PAUDQU Baitussalam, Cibolang Girang, RT 27/06 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, membuat kreasi api unggun dengan menggunakan bahan kertas origami. Kegiatan yang memicu kecerdasan dalam berkarya tersebut digelar pada Jumat (25/2/2022) kemarin. Kegiatan yang di ikuti pukuhan siswa oleh kelas A PAUDQU Baitussalam mendapat pendampingan khusus dari Kakak pembimbing yaitu Ustadzah Efni Shofiyah. Sebelum memulai membuat kreasi api unggun, Kepala PAUDQU Baitussalam Ustadzah Eneng Hamilah Sopriatul Badriah menyampaikan, pembuatan kreasi "Api Unggun" untuk mengembangkan kreativitas anak dalam motorik halus. "Apa si api itu? Api adalah suatu reaksi yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen, dan bahan yang mudah terbakar kemudian menghasilkan panas dan cahaya. Sumber api bisa dari matahari, korek api dan kayu bakar," ujar Ustadzah Eneng Hamilah Sopiratul Badriah, saat sebelum kegiatan dimulai menjelaskan kepada siswa-siswi PAUDQU, di ruang bermain..<!--nextpage--> Dijelaskan Ustadzah Eneng Hamilah Sopriatul Badriah, warna dan sifat- sifat api yaitu ada warna kuning, merah, oranye dan biru. Manfaat api sendiri adalah untuk memberikan penerangan, memasak, untuk menghangatkan badan apalagi pada suasana dingin. Lanjutnya kita dapat menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan, tetapi harus berhati-hati agar api tidak menimbulkan bahaya. "Adapun tata caranya kita menyiapkan bahan bahanya yaitu, kertas Hvs, origami, gunting, lem , kapas, pewarna makanan merah dan wadah plastik," terangnya. Menurut Ustdzah EnengHamilah, untuk memulai pembuatan api unggun itu, langkah pertama tuangkan pewarna makanan ke wadah plastik, gunting origami yang berwarna coklat menjadi 4 potongan yang berbentuk seperti kayu bakar atau balok-balok kayu. Kemudian tempel dengan menggunakan lem ke kertas Hvs, lalu ambil kapas tutulkan ke wadah yang berisi pewarna makanan yang sudah di tuang dan tutul di atas kayu bakar tadi.<!--nextpage--> "Nah setelah itu jadi, okee jadilah sebuah bentuk balok kayu yang di bakar. Ini sebuah krativitas bermain siswa-siswi di PAUDQU Baitussalam," pungkasnya.(*) red.