Menurutnya, lingkungan pesantren pun sangat potensial untuk dikembangkan dari sisi usahanya. Bahkan, bisa menjadi ikon dan diunggulkan sebagai penggerak perekonomian daerah.
“Dari 201.462 pelaku UMKM yang tecatat di kami, sebagian berasal dari lingkungan pesantren,” ucapnya.
Maka dari bimbingan teknis kali ini lebih ditujukan kepada pondok pesantren. Hal itu guna menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat, dan pondok pesantren.
“Semua ini dilakukan agar pesantren dan santri bisa mandiri secara ekonomi dan sosial. Termasuk, memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, hingga pemasaran yang dilakukan melalui pendekatan inovatif dan strategis,” pungkasnya.*(ah(



















