Ketum SMSI dalam sambutannya menjelaskan sejarah singkat berdirinya SMSI.
” SMSI lahir ditengah disrupsi pers yang berubah begitu cepat. Banyak peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi. Sehingga SMSI membentuk ekosistem. Diantaranya, Milenial Siber Indonesia, LBH-SMSI, Siber pertahanan dan Forum Pemred, ” katanya.
“Kalau kita tidak hidupkan ekosistem ini, mereka tidak akan kuat,” imbuhnya.
Firdaus pun menambahkan, jika SMSI merupakan organisasi terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.
” Dengan jumlah anggota sekitar 2.000 perusahaan media, kita adalah yang terbesar,” jelasnya.
Karena itu, kata dia, organisasi sebesar SMSI sudah selayaknya mendapat perhatian dari pemerintah.
“Karena, jika tiba-tiba China ngajakin kita kerjasama kita mau juga,” candanya.
Sementara itu, Ketua SMSI Perwakilan Indramayu Ihsan Mahfudz menambahkan, kehadiran Ketua Umum SMSI Pusat dan Wakil Ketua Dewan Pers dalam lokakarya itu banyak memberikan pencerahan serta informasi yang belum diketahui oleh masyarakat Indramayu.


























