“Jadi sampah di pantai Talanca ini adalah, sampah yang terbawa oleh arus sungai Cimandiri. Jika banjir membawa-bawa sampah. Kemudian arus gelombang dari arah tengah laut, mendorong sampah sehingga tmeumpuk dipantai ini,” jelasnya.
Maruly mengatakan, kapasitas pantai Talanca dengan panjang 1,5 kilo meter tertutup sampah dan itu terjadi dalam hitungan satu malam. Bahkan sampah tersebut bisa bertambah atau berkurang tergantung dengan arus gelombang yang ada dipantai.
“Yang menjadi fokus pemikiran kita adalah, bagaimana mungkin menghindari kiriman sampah dari arus sungai Cimandiri ini. Tapi bagaimana kita mencari solusi dan mengelola sampah yang ada ini,” tandas Maruly.
Dikatakannya, sampah akan terus datang setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, sudah bertahun-tahun seperti ini. Ia berharap masyarakat bisa mengelola sampah-sampah itu supaya bisa lebih rapih dan berguna bahkan bermanfaat.


























