“Dalam penanganan stunting dibutuhkan kolaborasi multi sektor dan kolaborasi multi-stakeholder dengan pola pentahelix yaitu melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat LSM/NGO, akademisi dan media,” pintanya.
“Saya berharap terjadinya sinergi, baik kebijakan maupun aksi intervensi yang sejalan dengan upaya penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Pada acara tersebut juga diadakan ekspose penanganan stunting di Kecamatan diantaranya Kecamatan Cisolok yang disampaikan oleh Camat Cisolok Asep Rusli Rusmawijaya.
Dalam penyampaiannya disebutkan, Kecamatan Cisolok terdiri dari 13 desa. Menurutnya pada tahun 2022 angka stunting ada dalam posisi di 6,70 persen dan pada tahun 2023 turun 6,50 persen.
“Inovasi yang dikembangkan di Kecamatan Cisolok adalah Jaring Cinta, Gerhana dan Rabu Stimas,” tuturnya.


























