Sementara itu, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini menggunakan biaya tidak terduga (BTT). Pasalnya, jembatan sebelumnya rusak akibat bencana.
“Jembatan di sini terkena bencana sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Oleh karena itu, kami menggunakan BTT untuk membangun jembatan baru ini. Selama masih memungkinkan dan ada anggaran yang dapat digunakan, kami akan mendukung,” terangnya.
Terlebih lagi, sekitar 250 KK sangat membutuhkan jembatan ini dalam mobilitas mereka, baik untuk pendidikan, kesehatan, maupun membawa hasil pertanian.
“Semoga jembatan baru ini dapat memberikan fungsi dan solusi yang baik. Diharapkan pendidikan anak tidak terganggu, komunikasi dan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” harapnya.
Setelah peresmian jembatan ini, H. Marwan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaganya agar jembatan ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.


























