Penanganan kesehatan jiwa tidak hanya ditandai dengan banyaknya rumah sakit jiwa, tetapi masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi, salah satunya adalah jaringan antar sektor dan peran dari Pentahelik dalam menangani gangguan kesehatan jiwa.
“Beban masalah kesehatan jiwa terus meningkat, yang berdampak terhadap kesehatan dan konsekuensi sosial, hak asasi manusia, dan ekonomi utama di semua negara di dunia,” tegas Sekda.
Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pemahaman yang cukup dan menyeluruh tentang besarnya permasalahan kesehatan jiwa dan faktor risikonya, serta upaya untuk mengendalikan dan menanggulanginya.
Hadir pada acara tersebut Assisten Administrasi Umum, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan undangan lainnya.(*ah)

























