Menurut Idrus banguanan sekolah yang mengalami atapnya ambruk dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 7 meter. Diketahui sekolah tersebut memiliki jumlah murid 162 siswa, 2 orang PNS dan 5 orang guru Non ASN.
Dijelaskannyaa lagi, ruang kelas yang mengalami ambruk dihuni oleh 60 murid atau siswa. Beruntung saat terjadi bencana kondisi sekolah masih dalam keadaan libur semester.
“Aset sekolah yang mengalami rusak akibat ambruknya atap sekolah seperti meja dan kursi belajar. Ya berdasarkan keterangan pihak sekolah, sekolah ini terakhir direnovasi tahun 2006 silam,” terangnya.
Pihak unsur terkait setelah melakukan asessment di lokasi kejadian langsung mengevakuasi barang-barang yang masih bisa dipakai dan dialihkan ke tempat yang lebih aman.**(ah)

























