Pencegahan stunting sendiri menjadi prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Diketahui pemerintah pusat menargetkan angka prevalensi stunting harus menurun per tahunnya sebesar 3 persen sehingga pada akhir tahun 2024 bisa mencapai 14 persen.
“Kita masih perlu perjuangan dari angka 27 persen menuju angka penurunan 14 persen. Tentunya harapan ini harus diupayakan oleh kita bersama, selain itu edukasi untuk para Kader Posyandu juga harus ditingkatkan,” ungkapnya.
Wabup menekankan Permasalahan stunting yang multidimensional tersebut memerlukan upaya lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder secara terintegrasi melalui koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan yang dinamakan 8 aksi konvergensi stunting.
Acara dilanjutkan dengan Diskusi dipandu oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Dinkes Kabupaten Sukabumi, H. Andi Rahman.


























