Pada saat kejadian, Kata Dudu, rumah tersebut dalam keadaan kosong, ditinggal pemiliknya menghadiri acara hajatan kerabatnya, jaraknya tidak jauh dengan rumah korban.
Selanjutnya dilakukan upaya evakuasi material runtuhan dengan bergotong royong bersama warga setempat.
Menurut keterangan Dudu, saat kejadian ada empat orang Santri tengah berada di dalam rumah tersebut.
Namun keempat santri itu keluar karena mendengan suara akan ada acara Sawer dari pengeras suara di hajatan. Keempat santri keluar berniat mengikuti acara saweran.
“Setelah beberapa menit kemudian rumah tersebut ambruk. Sangat beruntung keempat anak Santri itu sudah pada keluar bangunan. Mereka semuanya selamat,” ujar Dudu.
Babinsa bersama Babinmas melakukan assesment dan membantu gotongroyong bersama Warga setempat. Dan akibat kejadian itu kerugian materi ditaksir sekitar Rp 30 juta.*(ah)


























