“RDF salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah. Pengelolaan sampah dengan RDF ini hasilnya akan dimanfaatkan produsen semen untuk sumber energi terbarukan pengganti bahan bakar batu bara,” ujarnya.
Sekda meng apresiasi dengan adanya Progres Pembangunan RDF dimana gedung dan mesin serta lainnya sudah mencapai 90% selain itu Pembangunan RDF juga ikut memberikan bantuan CSR Kesehatan seperti bantuan PMT kepada Posyandu terdekat, serta bantuan Sosial lainya bagi masyarakat.
Selama ini, kata Sekda sampah yang dibuang ke TPA Cimenteng berkisar antara 220 ton sampai 230 ton per hari. Sehingga, kapasitas TPA saat ini sudah overload karena tidak ada lokasi alternatif untuk membuang sampah.
“Kini, pengerjaan proyek RDF sedang dikebut. Bahkan, beberapa kelengkapan mesin dari luar negeri seperti Belanda, Amerika dan Thailand juga akan segera dikirim pada pekan ini,” timpal Indra Leksono, selaku Administration Manager PT SCG.

























