Sementara untuk bahannya sendiri terbuat dari anyaman bambu (bilik) dan kayu yang sebagian sudah keropos termakan usia dan kondisi bangunan Mushola sudah miring serta penyangga atap dari bambu.
“Mushola ini masih bisa digunakan buat anak-anak mengaji, tapi keliatan kumuh, terus miring, saat pertama melihat kondisi mushola saya tengah tugas sambangi perkampungan. Jadi saya berinisiatif merenovasi mushola ini,” kata Bripka Luthfi.
Mengingat kondisi masyarakat yang jauh dari tempat rumah ibadah lain, Luthfi berisiniatif menyisihkan gajinya untuk membangun kembali mushola dan dikerjakan selama sepekan dan rencana memberi nama ‘Madrasah Bhabinkamtibmas’.
“Insya Allah itu diikerjakan dalam seminggu selesai. Ya, pada Jumat kemarin sudah beres. Kami beri nama madrasahnya itu Madrasah Bhabinkamtibmas, itu juga keinginan warga sebagai masukan,” ujarnya.























