Pada perayaan hari raya Idul Adha, umat Islam kerap menjadikan momentum ini untuk melaksanakan ibadah qurban. Islam sendiri menjadikan ibadah qurban sebagai bagian dari syariat keagamaan.
Terlepas dari dalil seruan dan anjuran untuk berqurban, ibadah qurban sendiri merupakan aktivitas yang sublim dan sakral. Keberadaanya tidak semata hadir ketika suatu teks ajaran keagamaan diturunkan, melainkan lahir dari rajutan sejarah yang berintikan perjuangan dan pengorbanan.
“Artinya, ibadah qurban tidak melulu bernuansa religius, tapi juga renungan sosio-humanis dan pendidikan multikultural bagi umat Islam,” jelasnya.
Peristiwa besar dan agung dari kerelaan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya Isma’il tentunya mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh umat manusia untuk dipahami dan diteladani.























