Wabup menjelaskan, transformasi digital telah mengubah cara umat Islam bekerja, belajar, berdakwah, bahkan beribadah. Media sosial menjadi mimbar dakwah baru, e-commerce menjadi pasar umat, dan fintech syariah mulai memperkuat fondasi ekonomi keumatan.
Namun, menurutnya, kecakapan digital harus ditopang oleh literasi etik, spiritual, dan sosial. Umat Islam bukan hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam menyaring informasi serta menyampaikan pesan kebaikan dengan adab dan argumentasi yang sehat.
“Hijrah digital adalah ikhtiar untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan tujuan luhur syariat Islam menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan,” terangnya.
Lebih jauh, H Andreas mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan melanjutkan kebaikan, membangun peradaban, dan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah.

























