“Tentunya sesuai kebutuhan ya. Misal mendengarkan hafalan yang telah dihafalkan oleh teman atau guru. Menunjukkan hafalan kepada guru atau teman sesama santri untuk koreksi,” jelasnya.
Lanjut Kang H. Iim, murojaah bagi santri/siswa sangat penting. Hafalan Al-Qur’an yang tidak di murojaah akan mudah hilang, karena manusia mempunyai sifat lupa.
“Nah, murojaah ini adalah cara untuk menjaga hafalan agar tetap utuh dan berkualitas. Murojaah juga bagian dari kewajiban bagi setiap penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya.(*ah)

























