<strong><span style="color: #ff0000">BERITAOKE.id</span> -</strong> Untuk pemerataan kemampuan dalam segi keilmuan Sholat, para santri Tahfidz Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim, menjadi Imam Sholat Ashar secara terjadwal. Melalui Tahfidz Al-Qur'an Fathiyyah Zahra Abdul Karim, Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat Sukabumi, kemampuan para santri terus di asah setiap hari melalui program-programnya di semester Juli 2025. Terlihat para siswa saat melaksanakan melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Ini merupakan Program ke-1 Tahfidz Al-qur'an Fathiyyah Zahra ini mulai Senin-Rabu setiap pukul 15;00-17:30 wib. "Para santri ini dilatih untuk menjadi imam sholat secara bergilir. Ini untuk pemerataan kemampuan anak-anak," jelasnya kepada <span style="color: #ff0000"><strong>BERITAOKE.ID</strong></span> Rabu, 30 Juli 2025. Pimpinan Tahfidz Al-Qur'an Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, M.Si., menjelaskan, bahwa di Tahfidz Fathiyah Zahra ini memiliki Tiga program setiap pekannya.<!--nextpage--> "Ya betul, program ke-1 itu hari Senin-Rabu, Program ke-2 Sabtu-Minggu pukul 07:00-09:00 wib Pagi dan Program ke-3 Calistung, setiap Jumat pukul 14;00-pukul 16:00 wib," terangnya. Diketahui Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim Cibolang Cisaat ini memiliki moto yaitu; "Mewujudkan Generasi Qur'ani Unggul Dalam Prestasi". Dijelaskan Kang H Iim sapaan akrabnya, belajar bersama adalah salah satu metode pembelajaran di mana kelompok siswa bekerja sama untuk mempelajari materi (shatal berjamaah). "Ya, metode ini dapat membantu siswa bertukar pengetahuan, pemahaman dan mendukung satu sama lainnya. Misal dengan cara shalat berjamaah. Jadi yang masih kaku bisa melihat gerakan dan bacaan dengan melihat siswa-siswa lain yang sudah terbiasa," jelasnya. Selain itu kata Kang H Iim, belajar bersama juga melatih interaksi sosial siswa dengan sesama teman lainnya.<!--nextpage--> "Belajar bersama juga dapat mengembangkan keterampilan komunikasi anak/siswa, melatih cara memimpin yang baik dalam diskusi dan meningkatkan intelektual anak," singkatnya.(*ah)