“Mengajar bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer nilai dan keteladanan. Dengan mengawali hari melalui sholawat, kita memohon keberkahan atas ilmu yang akan disampaikan, melembutkan hati, dan mengingatkan kita bahwa profesi guru adalah ladang pahala yang harus dijaga kesuciannya,” ujar KH Iim Abdul Karim, M.Si. di sela-sela kegiatan.
Beliau menambahkan, energi positif dan ketenangan batin yang didapat dari bersholawat diharapkan dapat memancar kepada para siswa. Sehingga, proses belajar mengajar di MI dan PAUDQU Baitussalam tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga mampu menyentuh dan menenangkan jiwa peserta didik.
Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai islami ini menjadi contoh nyata bagaimana para pendidik di Baitussalam mengintegrasikan kecintaan kepada Rasulullah SAW ke dalam budaya kerja dan rutinitas sehari-hari, menjadikannya teladan hidup bagi anak-anak didik mereka.(iak)























