“Program-program ini diikuti oleh para santri yang terbagi ke dalam beberapa kelompok usia, seperti Kelompok An-Nisa dan Maryam. Mereka belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an secara bersama-sama menggunakan metode kolaboratif,” ujar KH. Iim Abdul Karim saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Kang Haji Iim—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa pendekatan belajar bersama ini bukan hanya sekadar menuntaskan target hafalan, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter dan intelektual santri.
“Belajar bersama di sini adalah laboratorium kehidupan bagi para santri. Ketika mereka berdiskusi, saling mengoreksi bacaan, dan berbagi pemahaman, secara tidak langsung mereka sedang melatih kepekaan sosial, mengasah keterampilan komunikasi, dan belajar memimpin. Kami ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga tajam secara intelektual dan siap berprestasi,” papar Kang Haji Iim.
























