“Alhamdulillah, melihat antusiasme saudari-saudari kita dari kelompok An-Nisa Idola hari ini, hati kami sebagai pendidik sangat tergerak. Menghafal Al-Quran bukan tentang seberapa cepat selesai, tetapi seberapa kuat kita menjaganya,” ujar KH. Iim Abdul Karim kepada BERITAOKE.ID Senin (19/10).
Beliau menambahkan bahwa keberadaan sarana Pendidikan Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim bertujuan menciptakan ruang aman (safe space) bagi para santri/santriawati untuk belajar agama secara mendalam namun tetap santun.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seorang muslimah bisa menjadi idola sejati bukan karena popularitas di media sosial semata, tetapi karena akhlak mulia dan hubungan erat dengan Allah SWT melalui Al-Quran. Inilah makna ‘Idola’ yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sebagai informasi dan catatan penting bahwa lembaga Tahifidz ini sudah terdaftar resmi dengan Nomor Statistik Pondok (NSP)
























