<strong><span style="color: #ff0000">BERITAOKE.ID</span> -</strong> Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti ruang kelas Pondok Tahfidz Abdul Karim, Kampung Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/10/2026) pagi. Siswa Tahfidz Fathiyyah Zahra, terlihat khusyuk melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an saat menjalani tes hafalan atau murojaah di hadapan para asatidz. Kegiatan setoran dan evaluasi hafalan yang rutin digelar setiap pekan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran, kualitas tajwid, serta makharijul huruf para santri. Fathiyyah dengan penuh konsentrasi menyelesaikan target setoran juznya tanpa terputus, menunjukkan keseriusan dalam menuntut ilmu agama. Pimpinan Tahfidz Abdul Karim, KH. Iim Abdul Karim, yang turut mengawasi jalannya tes tersebut menuturkan bahwa murojaah merupakan jantung dari pendidikan di lembaganya. Menurut beliau, kegiatan ini bukan sekadar formalitas ujian, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk menjaga kemurnian wahyu Allah di dada para penghafalnya.<!--nextpage--> "Murojaah ini bukan sekadar tes kelancaran, melainkan ikhtiar kita bersama untuk menjaga sanad dan kemurnian hafalan. Hari ini Fathiyyah dan santri lainnya menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Doa kami, mereka tidak hanya sekadar hafal di lisan, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar KH. Iim Abdul Karim di sela-sela kegiatan, Ahad pagi. KH. Iim menambahkan, semangat para santri di Cibolang Girang ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki cinta yang besar terhadap Al-Qur'an. Ia berharap, para santri yang lahir dari lingkungan religius Cisaat ini kelak dapat menjadi cahaya dan penyejuk hati bagi masyarakat luas. "Alhamdulillah, berkat doa dari para orang tua dan bimbingan para Ustadz, para siswa bisa menyelesaikan setoran hari ini. Semoga Allah istiqamahkan mereka untuk terus menjaga hafalan ini," tandas A Haji Iim, sapaan akrabnya.<!--nextpage--> Kegiatan pagi tersebut ditutup dengan doa bersama dan nasihat spiritual dari para pengasuh, agar ilmu yang didapat menjadi berkah dunia dan akhirat.*(iak)