Pimpinan Ponpes Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH Iim Abdul Karim, menuturkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha berjamaah memiliki nilai pedagogis dan spiritual yang mendalam bagi para santri.
“Sholat Dhuha ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pembuka pintu keberkahan dan ketenangan jiwa bagi para santri,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela pemantauan kegiatan, Sabtu pagi.
Kyai Iim menjelaskan, sebelum para santri menyibukkan diri dengan menghafal ayat-ayat Allah, mereka terlebih dahulu ‘berbicara’ dan memohon kekuatan kepada-Nya.
“Kelompok Asy-Syifa kami arahkan untuk selalu istiqomah, karena di dalam Dhuha terdapat janji Allah tentang kecukupan di akhir hari. Lebih dari itu, menghafal Al-Quran membutuhkan kejernihan hati dan pikiran. Amalan sunnah seperti Dhuha dipercaya dapat menerangi hati (qalb) sehingga materi hafalan lebih mudah meresap dan terjaga,” tambahnya.
























