KH Iim Abdul Karim juga menuturkan bahwa kunjungan ini memberikan motivasi besar bagi para pengajar untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi dasar kepada para santri.
“Alhamdulillah, pembelajaran Calistung dan Matematika di lingkungan tahfidz bukan sekadar mengejar nilai akademis, melainkan membentuk pola pikir yang rapi dan terstruktur sebagai bekal mereka mengabdikan ilmunya untuk agama dan masyarakat,” tandasnya.
Semoga generasi penerus dari Tahfidz Fathiyyah Zahra kelak menjadi sosok yang faqqih fiddin (paham agama) sekaligus unggul dalam sains dan teknologi.*(iak)
























