“Al-Quran itu bukan sekadar bacaan, ia adalah surat cinta dari Allah untuk hamba-Nya,” ujar KH Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Selasa (6/10).
“Ketika santri dan santriwati kita duduk bersama melantunkan ayat suci, mereka sesungguhnya sedang menjemput cinta Ilahi. Hati yang mungkin sedang kotor oleh kelalaian, dibersihkan dan disinari kembali melalui interaksi langsung dengan Kalam-Nya. Inilah yang membuat wajah-wajah mereka selalu tampak teduh,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH Iim menekankan bahwa cinta terhadap Al-Quran harus diterjemahkan ke dalam adab dan akhlak sehari-hari, menjadikan kitab suci tersebut sebagai kompas kehidupan di tengah arus zaman yang semakin kompleks.
Menyampaikan pesan spiritual untuk masa depan para anak didiknya, KH Iim kembali memberikan nasihat yang menyentuh hati agar para santri tidak hanya menjadikan Al-Quran sebagai hafalan di lisan, tetapi sebagai sahabat sejati.






















