Di sela-sela kegiatan monitoring, KH Iim Abdul Karim menyampaikan bahwa penguasaan ilmu dasar seperti Calistung dan Matematika tidak kalah pentingnya dengan hafalan Al-Quran. Keduanya harus berjalan beriringan untuk mencetak generasi yang unggul.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya kuat hafalan Al-Qurannya, tetapi juga tajam pemikirannya dalam menghadapi tantangan zaman. Belajar Calistung dan Matematika adalah fondasi. Jika anak-anak kita sudah cinta dengan Al-Quran dan sekaligus cerdas secara logika, masa depan umat dan bangsa ada di tangan mereka,” ujar KH Iim Abdul Karim.
Pimpinan yang memiliki latar belakang akademis ini juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru teladan. Menurutnya, kesabaran dan dedikasi para pengajar dalam mendampingi anak-anak di usia emas merupakan kunci keberhasilan pendidikan di Fathiyyah Zahra.
























