“Sholat berjamaah adalah denyut nadi kehidupan pesantren. Jika Al-Quran adalah cahaya yang menerangi hati para santri, maka sholat berjamaah adalah tiang yang menyangganya. Kita tidak hanya mencetak generasi yang hafal ayat-ayat Allah, tetapi juga generasi yang hidupnya terikat dengan masjid dan persaudaraan. Kesamaan gerak dalam saf sholat adalah cerminan dari kesamaan hati dalam mengabdi kepada-Nya,” ujar KH Iim dengan penuh hikmah.
Lebih lanjut, KH Iim menambahkan bahwa pembiasaan sholat berjamaah lima waktu, termasuk sholat Ashar ini, diajarkan untuk membentuk karakter santri yang peduli terhadap sesama dan selalu mengingat Allah di tengah kesibukan menghafal.
“Ketika mereka keluar dari pesantren nanti, nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan kedisiplinan dari saf sholat inilah yang akan mereka bawa untuk membangun umat dan masyarakat,” tambahnya.
























