“Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali sejarah dan kontribusi nyata santri bagi kemerdekaan serta kemajuan bangsa Indonesia. Santri hari ini harus menjadi generasi yang tidak hanya faqih fid-din atau paham agama, tetapi juga cerdas secara intelektual dan berjiwa nasionalis,” ujar KH. Iim di hadapan ratusan peserta upacara.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para siswa MI dan santri Ponpes Baitussalam terus menjaga persatuan, menjauhi perpecahan, dan menjadi agen perdamaian di tengah-tengah masyarakat.
“Jadilah santri yang bangga dengan identitasnya, cinta tanah air, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara. Tunjukkan bahwa santri adalah rahmat bagi semesta alam,” tambahnya.
Rangkaian upacara HSN 2026 di MI Baitussalam ini ditutup dengan pembacaan doa dan ikrar santri yang diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta upacara. Semangat Hari Santri tampak jelas terpancar dari wajah para pelajar di lingkungan Cibolang Girang tersebut, menjadi simbol keberlanjutan perjuangan santri di era kontemporer. *(iak)
























