“Waktu sore hingga menjelang maghrib adalah waktu yang sangat istimewa, waktu di mana hati seharusnya mulai beristirahat dari hiruk-pikuk dunia dan kembali bersujud. Mengaji bersama di waktu senja ini bukan sekadar mengejar target hafalan, melainkan sedang membasuh jiwa dan mencuci hati dari debu-debu dosa,” ujar KH. Iim Abdul Karim, kepada BERITAOKE.ID Senin (19/10).
Kyai Iim, sapaan akrabnya, berpesan agar para siswa tidak hanya menjadikan Al-Quran sebagai hafalan di lisan, tetapi juga menjadikannya sebagai sahabat sejati yang akan menemani di alam keabadian kelak.
“Jadikan Al-Quran ini sebagai teman hidup kalian. Lantunan ayat yang keluar dari lisan kalian di waktu sore yang penuh berkah ini, insya Allah akan menjadi cahaya penerang di kegelapan alam kubur dan penolong di hari kiamat nanti. Hati yang sering bersentuhan dengan Al-Quran tidak akan pernah merasa gelisah,” tambahnya.
























