Selain itu, pembentukan karakter dan kemandirian santri juga diasah melalui program Masa Orientasi Santri Baru (MOS), Pesantren Kilat, hingga Tadabbur Alam. Untuk memperkuat landasan ilmu agama dan akademis, lembaga ini juga mewajibkan pendalaman Kitab Kuning dan Evaluasi Akademik secara berkala.
Tak kalah penting, santri diberikan ruang untuk mengekspresikan diri dan menjaga kebugaran melalui program Pengembangan Bakat, Seni, dan Olahraga. Seluruh rangkaian proses pendidikan yang melelahkan namun membahagiakan ini kemudian bermuara pada perayaan keberhasilan melalui Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an.
Pimpinan Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra, KH Iim Abdul Karim, menjelaskan bahwa keberadaan program penunjang ini sangat krusial bagi pembentukan kepribadian santri.
“Kami tidak ingin santri kami hanya menjadi ‘bank data’ hafalan, tetapi menjadi pribadi yang hidup bersama Al-Qur’an dan bermanfaat bagi lingkungannya,” ujar KH Iim Abdul Karim saat ditemui di sela-sela kegiatan evaluasi santri, Kamis (22/10/2026) sore.
























