“Sholat berjamaah adalah tiang agama dan madrasah pertama bagi para santri. Sebelum kami menuntut mereka untuk menghafal Al-Quran, kami tanamkan terlebih dahulu adab, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan melalui sholat berjamaah. Ini adalah kewajiban mutlak, tidak ada pengecualian,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela memantau kegiatan sholat Ashar.
KH Iim menambahkan, sinergi antara hafalan Al-Quran dan kedisiplinan sholat lima waktu secara berjamaah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cemerlang secara intelektual dan spiritual, tetapi juga berakhlakul karimah.
Hingga pukul 15.30 WIB, para santri usai menunaikan sholat dan langsung bersiap melanjutkan agenda harian berupa setoran dan murajaah (mengulang) hafalan Al-Quran di kelompok masing-masing.*(iak).
























