Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH Iim Abdul Karim, menegaskan bahwa tantangan era global menuntut santri untuk tidak hanya kuat di bidang agama, tetapi juga cerdas secara intelektual dan teknologi.
“Di era modern ini, santri tidak boleh hanya pandai mengaji di dalam lingkungan pondok, tetapi juga harus siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, kami menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengintegrasikannya dengan penguasaan IPTEK dan IMTAQ,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela memantau kegiatan belajar santri, Sabtu (24/10).
“Target kami bukan sekadar melahirkan lulusan yang hafal beberapa juz, melainkan pribadi yang akhlaknya menjadi cerminan dari Al-Qur’an itu sendiri, serta mampu berprestasi di berbagai bidang,” sambungnya.
Lebih lanjut, KH Iim menjelaskan bahwa lembaga secara aktif menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat. Hal ini bertujuan agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu meraih kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional dalam bidang akademik, seni, maupun olahraga.
























