Kini, lembaga tersebut secara resmi menambahkan program keempat, yaitu belajar Matematika bersama yang dilaksanakan setiap Jumat sore. Langkah ini diambil untuk menunjang aspek intelektual santri di samping fokus utama pada hafalan Al-Qur’an.
KH. Iim Abdul Karim menekankan bahwa metode pembelajaran kolaboratif menjadi kunci utama dalam proses pendidikan di lembaganya.
“Metode belajar bersama ini dirancang agar para santri dapat saling bertukar pengetahuan, mendukung satu sama lain, serta melatih interaksi sosial yang positif,” jelas KH. Iim Abdul Karim, M.Si., kepada BERITAOKE.ID Senin (12/10).
Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan dampak multidimensi bagi perkembangan santri. “Selain menghafal, kegiatan ini secara tidak langsung mengembangkan keterampilan komunikasi, melatih jiwa kepemimpinan dalam diskusi, dan meningkatkan intelektual anak demi mewujudkan generasi Qurani yang unggul dalam prestasi,” pungkasnya.
























