“Kegiatan murajaah sore ini adalah ikhtiar kami untuk menjaga lisan dan hati para santri tetap terpaut pada Al-Qur’an. Kami tidak hanya menargetkan mereka hafal dengan bacaan yang tartil, tetapi bagaimana nilai-nilai Qur’ani itu hidup dalam akhlak dan kedisiplinan mereka sehari-hari,” ujar KH. Iim Abdul Karim di sela-sela mengawasi para santri.
Kyai Iim menambahkan, di tengah tantangan era globalisasi, santri dituntut untuk memiliki daya saing tinggi. Oleh karena itu, lembaga mengintegrasikan nilai IMTAQ (Iman dan Taqwa) dengan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
“Kami menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat. Santri kami persiapkan tidak hanya untuk meraih prestasi di bidang keagamaan, tetapi juga akademik, seni, dan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.Target kami, lulusan dari sini bisa menembus jenjang pendidikan lanjutan yang favorit dan berkualitas,” tambahnya.























