Pimpinan Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, menjelaskan bahwa kegiatan Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremonial pelepasan atau perayaan tahunan, melainkan sebuah evaluasi komprehensif terhadap proses pendidikan yang telah berjalan.
“Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi kami untuk tidak hanya mencetak generasi yang hafal Al-Quran, tetapi juga santri yang memiliki adab, seni, dan kepercayaan diri. Latihan keras yang dilakukan saat ini adalah bentuk ikhtiar kami agar para santri mendapatkan hasil maksimal,” ujar KH. Iim Abdul Karim di sela-sela memantau latihan, Kamis (5/11/2026).
KH. Iim menambahkan, variasi latihan seperti Marawis dan seni tari merupakan upaya pondok untuk menyeimbangkan kecerdasan spiritual dan emosional santri.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat dan wali santri bahwa santri Fathiyyah Zahra mampu menyeimbangkan antara tafaqquh fiddin (pendalaman agama) dengan kreativitas seni yang positif. Semoga dengan persiapan matang ini, Haflah ke-5 nanti berjalan khidmat dan memberikan inspirasi bagi masyarakat Cibatu dan sekitarnya,” tambahnya.
























