Pimpinan Lembaga Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH Iim Abdul Karim, menuturkan bahwa shalat Dhuha memiliki posisi yang sangat istimewa dalam pembentukan karakter dan spiritualitas para siswa.
“Shalat Dhuha berjamaah ini adalah fondasi spiritual kami. Sebelum otak dan lisan para siswa bekerja keras untuk murajaah dan menjaga hafalan Al-Quran, hati mereka harus terlebih dahulu terhubung dengan Allah SWT,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela kegiatan, Ahad (1/11/2026).
Kyai Iim, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa membiasakan shalat Dhuha secara berjamaah memiliki banyak dimensi pendidikan bagi para santri.
“Kami mengutamakan shalat Dhuha karena di dalamnya terdapat janji kecukupan dari Allah dan ketenangan jiwa. Dengan membiasakan mereka berjamaah sejak pagi, kita sedang menanamkan nilai disiplin, kecintaan pada masjid, serta keikhlasan dalam beribadah. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi penjaga hafalan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang bersih hatinya dan penuh berkah,” tambahnya.
























