Pimpinan Tahfidz KH Iim Abdul Karim, menegaskan pentingnya pembiasaan ibadah di usia emas anak-anak. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus selalu dibarengi dengan kekuatan spiritual.
“Shalat berjamaah ini merupakan salah satu kewajiban mutlak bagi para siswa. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa shalat akan menjadi fondasi iman dan akhlak bagi anak-anak,” ujar KH Iim Abdul Karim.
Ia menambahkan, sebelum anak-anak melangkah jauh untuk menguasai ilmu dunia seperti Matematika, hati dan jiwa mereka harus terlebih dahulu tertaut pada Sang Pencipta.
“Jika fondasi imannya sudah kuat melalui shalat berjamaah, maka ilmu-ilmu yang mereka pelajari, termasuk Calistung dan Matematika, akan menjadi berkah dan bermanfaat bagi umat,” tambahnya.
Melalui integrasi antara pendidikan akal dan pendidikan hati ini, Majelis Gedung KH Iim Abdul Karim optimis dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter religius dan disiplin tinggi.
























