Kepala Madrasah MI Baitussalam, KH Iim Abdul Karim, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Tasmi bukan sekadar formalitas ujian, melainkan bentuk pertanggungjawaban madrasah terhadap kualitas literasi Al-Quran siswanya.
“Tasmi ini adalah wujud ketelitian siswa dalam membaca kalam Illahi. Standar nilai 80 hingga 100 yang kami tetapkan adalah upaya kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga fasih dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, kebijakan pengulangan bagi siswa yang mendapat nilai di bawah 70 bukanlah sebuah hukuman.
“Jika nilainya di bawah 70, siswa harus mengulang. Ini bukan untuk menghukum, melainkan untuk melatih mentalitas pantang menyerah, kedisiplinan, dan ketelitian dalam menuntut ilmu agama. Kami ingin siswa benar-benar menguasai bacaannya sebelum melanjutkan ke jenjang atau materi berikutnya,” tambahnya.
























