Ia menambahkan, suasana khusyuk yang ditunjukkan oleh para santri saat menunaikan salat Asar menjadi bukti bahwa ayat-ayat yang mereka hafal sedang mengalir dan meresap ke dalam hati mereka.
“Momen istirahat di siang hari untuk menunaikan salat Asar kami manfaatkan sebagai waktu untuk tadabbur (merenung) dan menenangkan pikiran setelah seharian berinteraksi dengan Al-Quran. Hal ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas hafalannya, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual (taqarrub) kepada Allah SWT,” jelas KH. Iim.
Lembaga Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Cibolang Girang sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan generasi Qurani di wilayah Cisaat. Lembaga ini secara konsisten memadukan kurikulum hafalan Al-Quran dengan pembiasaan akhlakul karimah melalui ibadah-ibadah mahdhah (wajib) dan sunah secara berjamaah.
























