Pimpinan Lembaga Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH. Iim Abdul Karim, M.Si., menjelaskan bahwa tantangan zaman ke depan menuntut santri untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual dan intelektual.
“Tantangan zaman ke depan tidak hanya membutuhkan santri yang hafal Al-Qur’an, tetapi juga pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan melek teknologi. Di Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim, kami meracik kurikulum yang memadukan tahfidz dan tahsin intensif dengan pengembangan bakat akademik maupun non-akademik. Kami ingin lulusan kami tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang Muslim,” ujar KH. Iim Abdul Karim saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (7/11/2026).
Lebih lanjut, KH. Iim memaparkan bahwa lembaga ini memiliki lima tujuan utama, di antaranya melahirkan lulusan hafal Al-Qur’an dengan bacaan tartil, membentuk pribadi berakhlakul karimah, serta mengantarkan santri menembus jenjang pendidikan lanjutan yang favorit dan berkualitas.
























