Pimpinan Lembaga Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, menjelaskan bahwa pembiasaan shalat berjamaah merupakan fondasi utama dalam pendidikan karakter santri sebelum mereka berfokus pada target hafalan.
“Shalat berjamaah adalah jantung dari kegiatan tahfidz kami. Kami mewajibkan setiap santri untuk tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah, khususnya di awal waktu. Karena sebelum mereka menghafal dan membawa Al-Quran di dalam dada, mereka harus terlebih dahulu memiliki adab dan ketaatan kepada Allah melalui tiang agama ini,” ujar KH. Iim Abdul Karim di sela-sela pemantauan kegiatan shalat, Selasa (3/11).
KH. Iim menambahkan, konsistensi dan kedisiplinan dalam berjamaah ini diharapkan tidak hanya berlaku di lingkungan pesantren. Lebih dari itu, karakter yang terbentuk dari rutinitas ini harus terbawa hingga para santri kembali ke tengah-tengah masyarakat.
























