“Tupoksi kami di lembaga ini bukan sekadar mengajarkan santri untuk menghafal, tetapi bagaimana membentuk karakter mereka yang cinta dan terikat dengan Al-Quran. Kegiatan murajaah yang dilakukan dengan khusyuk oleh kelompok Asy-Syifa hari ini adalah bukti bahwa mereka sedang berjuang menjaga amanah hafalan di dalam dada mereka,” ujar KH Iim Abdul Karim di sela-sela pemantauan kegiatan, Sabtu (7/11/2026).
KH Iim menambahkan, kehadiran lembaga Fathiyyah Zahra di Desa Cibatu ini merupakan bentuk khidmah (pengabdian) untuk memberikan alternatif terbaik bagi para orang tua yang ingin menitipkan putra-putrinya belajar Al-Quran. Pihaknya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, islami, dan jauh dari pengaruh negatif lingkungan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran dan pembinaan akhlak. Harapan kami, Fathiyyah Zahra tidak hanya melahirkan generasi yang hafal Al-Quran, tetapi juga mengamalkannya dan menjadi rahmat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
























