BERITAOKE.ID – Lembaga pendidikan Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim yang berlokasi di Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat, terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki keterampilan, kesehatan fisik, dan karakter kepemimpinan yang kuat.
Berbeda dengan stigma masyarakat lama yang menganggap lembaga tahfidz hanya berfokus pada kegiatan mengaji dan menghafal di dalam kelas, Tahfidz Fathiyyah Zahra hadir dengan konsep pendidikan holistik. Para santri diberikan ruang yang luas untuk mengembangkan minat dan bakat mereka melalui berbagai program ekstrakurikuler yang beragam dan terstruktur.
Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas anak didik tidak bisa hanya diukur dari seberapa banyak ayat yang dihafal, melainkan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tersebut membentuk pribadi yang utuh.
“Kami ingin membuktikan bahwa santri tahfidz tidak hanya jago di depan Al-Qur’an, tapi juga tangguh di lapangan dan kreatif di atas panggung. Pendidikan di sini tidak cuma belajar mengaji, melainkan kami siapkan mereka menjadi manusia yang kaffah (menyeluruh),” ujar KH. Iim Abdul Karim, di sela-sela kegiatan santri, Ahad (25/10/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, lembaga ini menyediakan setidaknya delapan pilihan ekstrakurikuler yang mencakup bidang olahraga, seni, dan kecerdasan verbal. Di bidang olahraga, santri dapat menyalurkan energi dan menjaga kebugaran mereka melalui Futsal, Bola Voli, Bola Basket, dan Bulu Tangkis.
Sementara itu, untuk pengembangan seni islami dan kemampuan public speaking, lembaga ini memfasilitasi kegiatan Muhadhoroh (pidato), Marawis, Hadroh, hingga Musik Religi.
KH. Iim menjelaskan, setiap ekstrakurikuler memiliki filosofi dan tujuan pembentukan karakter yang berbeda. Muhadhoroh, misalnya, dilatihkan untuk membangun keberanian santri dalam berdakwah dan berbicara di depan umum. Sementara olahraga dan seni musik religi diajarkan untuk menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan kesehatan jasmani.
“Kesehatan fisik yang kuat dari olahraga sangat diperlukan agar mereka mampu membawa amanah Al-Qur’an dengan prima. Seni hadroh dan musik religi melembutkan hati, sedangkan muhadhoroh melatih kepemimpinan mereka. Ini adalah ikhtiar kami menyiapkan generasi penerus umat yang siap bersaing dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme para santri terhadap kegiatan ekstrakurikuler ini terbilang sangat tinggi. Kegiatan ini biasanya digelar pada sore hari setelah selesai program setoran dan murajaah (mengulang) hafalan Al-Qur’an.
Dengan pendampingan dari para ustadz serta pelatih yang kompeten di bidangnya, Fathiyyah Zahra Abdul Karim optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi penjaga warisan suci Al-Qur’an, tetapi juga sosok yang berprestasi dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan agama. (iak).
Sebagai informasi dan catatan penting bahwa lembaga Tahifidz ini sudah terdaftar resmi dengan Nomor Statistik Pondok (NSP)
























