Selain eradikasi dilakukan juga upaya pemberian obat pencegahan/profilaksis bagi orang yang akan bepergian ke daerah endemis malaria serta pemetaan vektor nyamuk.
“Dari hasil penelitian Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menunjukkan bahwa di Kabupaten Sukabumi masih terdapat nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria akan tetapi tidak ditemukan kasus yang indigenous pada manusia sehingga pada tahun 2021 Kabupaten Sukabumi dinyatakan dapat mengeliminasi penyakit malaria,” terang Bupati.
Masih dikatakan Bupati, yang menjadi kendala saat ini adalah pendataan dan surveilans migrasi bagi pekerja migran yang pulang dari daerah endemis malaria yang berpotensi menularkan di Kabupaten Sukabumi.
“Semoga hal ini menjadi perhatian bagi kita di Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar bersama-sama dapat mempertahankan status sebagai Kabupaten yang telah berhasil mengeliminasi malaria dengan kasus indigenous malaria NOL sejak tahun 2018,” ungkapnya.


























