BERITAOKE.id – Siswa Calistung, Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim, Cibolang Girang, Cisaat, mengikuti ulangan, yang digelar pada Jumat, 1 Mei 2026.
Ulangan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membangun fondasi keterampilan kognitif (logika, membaca, menulis, operasi matematika dasar) agar anak siap melanjutkan pendidikan formal.
Kepala Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH. Abdul Karim mencontohkan, contoh penggunaan dan metode Calistung pada anak antar lain:
Seperti membaca: mengenal abjad, mengeja suku kata dan membaaca kalimat sederhana dan itu dibantu dengan kartu gambar (flashcards).
Kemudian menulis: menebalkan huruf/angka, menyalin kata, hingga menulis kalimat secara mandiri.
Berhitung: Menghitung benda konkret (mainan, balok), penjumlahan dan pengurangan dasar.
“Sistem belajar anak-anak Calistung ini menggunakan pendekatan dimulai metode bermain yang menyenangkan, bernyanyi, atau menggunakan puzzle huruf/angka agar anak tidak bosan dan stres,” pungkasnya.(iak).
























