<a href="https://beritaoke.id/"><strong>BERITAOKE.id</strong></a>- Para orang tua mengantarkan anaknya belajar mengaji sesuai jadwal di Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra tersebut cukup tinggi. Setiap harinya secara terjadwal mereka berbondong-bondong mengikuti pengajian, setiap hari Senin-Rabu pukul 15.00-17.30 Wib. Kegiatan positif tersebut bertujuan agar para santri terus membaca Al-Qur’an dengan Tartil, Tahsin, Tahfidz, sesuai ilmu tajwid. Lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim yang beralamat di Cibolang Girang RT. 27 RW. 06 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi sampai saat ini terus meningkat. Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra, Ustadz Iim Abdul Karim, S.H., S.Pd.I., M.M.Pd., M.Si. mengatakan, para santri yang mengaji di lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim berasal dari rentang usia 4-18 tahun.<!--nextpage--> “Alhamdulillah antusias para santri maupun orang tua mereka terhadap lembaga ini cukup baik, semangat mereka untuk sama-sama mengaji sangat tinggi. Rata-rata yang belajar mengaji di sini itu adalah para pelajar RA/TK/MI/SD/MA/SMA/SMK,” terang Ustadz Iim Abdul Karim kepada <a href="https://beritaoke.id/">beritaoke.id</a>, Senin (6/6/2022). Menurutnya, konsep/kurikulum yang dijalankan lembaga ini telah disahkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), dan mendapat peninjauan langsung oleh jajaran Kementerian Agama. “Rasulullah SAW bersabda : Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara. Pertama mencintai Nabimu, mencintai ahlul baitnya, dan membaca Al-Qur’an karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah SWT pada hari ketika ada perlindungan-Nya, mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang yang suci (HR. Ath Thabrani),” tutur Ustadz Iim.<!--nextpage--> Ia tidak memungkiri bahwa tiga hal dalam mendidik anak itu pada saat ini tidaklah mudah. Karena banyak tantangannya. “Iya sangat sulit, apalagi pada zaman gadget seperti ini anak-anak bahkan balita sudah sibuk memegang handphone. Kalau orang tua tidak melakukan kontrol secara ketat, bisa berdampak negatif,” paparnya. “Di setiap jadwalnya diawali dengan murojaah dilanjut membaca Iqra atau Al-Qur’an sesuai kemampuan santri, tahsin, tartil, tajwid, tahfidz Al-Qur’an, ditambah penulisan Arab dan hafalan bacaan shalat. Kemudian doa-doa, tawasul dan shalawat” ungkap Ustaz Iim sekaligus pemateri pengajian di Masjid Besar Qubbatul Islam/Kaum Cisaat itu. Keberadaan Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim diakui oleh pemerintah, sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 94 Tahun 2021 dengan Nomor Statistik : 510032021051.<!--nextpage--> Semoga santri Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim dalam mencari ilmunya dimudahkan dan ustadz/ustadzahnya selalu disehatkan dengan terus dawan Al-Qur’an dimudahkan dalam kehidupan kita, aamin (MY)