Hanjeli sebagai tanaman pangan eksotis merupakan bukti kekayaan biodiversity di Kab. Sukabumi yanh bisa diolah menjadi kuliner lezat dan bernilai jual tinggi.
“Liwet hanjeli dan rengginag adalah salahsatunya, ini membuktikan hanjeli harus dibudidayakan, karena memiliki nilai warisan budaya sekaligus mendukung ekonomi sosial masyarakat,” tambah Abah Asep.
Sebagai pemberdayaan, lanjut Abah Asep, pada pengabdian masyarakat UPI tersebut 10 Homestay terisi penuh.
“Ini dampak positif ketika ada tamu yg berkunjung. tak hanya itu banyak melibatkan SDM, aebagai contoh pada kunjungan UPI sekarang yang Masak didapur ada 8 orang yang menyiapkan semua kebutuhan masakan untuk dosen dan mahasiswa. ditambah Divisi Tour Guide dan Fotografi ikut aktif menjadi bagian dari kegiatan,” terangnya.
Pihak UPI sendiri sangat mengapresiasi Yayasan Rumah Hanjeli Indonesia yang telah menerima dengan baik dan membuka akses informasi yang dibutuhkan.



















