Menurut Imam, longsor yang menimpa saluran irigasi dari ketinggian 7 meter dengan lebar 1 meter dan panjang 10meter membuat aliran irigasi tidak berpungsi. Sehingga pihaknya dibantu beberapa unsur Muspika dan warga masyarakat dapat mengevakuasi material longsoran sehingga aliran irigasi kembali normal.
“Jadi penyebeb longsor itu bukan karena hujan desa saja. Tapi, akibat pohon Nangka ada yang menebangnya. Jadi tidak ada penahan tanah sehingga terjadi longsor,” jelas Imam.
Pihaknya juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitar yang sekira berdampak terhadap bencana agar diperhitungkan. Selain itu mewaspadai cuaca ekstrem yang saat ini masih terjadi hujan di wilayah Kabupaten Sukabumi.*(ah)


























