Diharapkan sambung dia, mereka mempunyai konsep dalam pengembangan ekonomi kreatif. Misalnya banyak ruang publik yang belum teraktivasi maksimal misalnya Taman Nobar bisa diaktivasi.
“Selain itu Taman Aspirasi, Taman Cikondang, Gedung Aher, dan 33 kelurahan sport center yang merupakan lapang terbuka yang sengaja disiapkan untuk anak muda berkreasi. Saatnya anak muda Sukabumi hilangkan sekat yang menyebabkan batas ketika bekerja. Jadilah anak muda yang kreatif, ciptakan peluang di keterbatasan yang ada,” ucapnya.
Targetnya lanjut Fahmi, tim kreatif ini menciptakan negative space menjadi positif space maka akan jadi potensi ekonomi. Nantinya ada dana stimulans dari yang bisa aktivasi negatif space jadi creative space misalnya ekonomi kreatif musik, seni pertunjukan, fashion, dan kuliner.
“Kedepan pembangunan akan berbasiskan nilai ekonomi kreatif. Hal ini didorong dengan adanya transformasi terutama dampak dari perkembangan teknologi,” pungkasnya.*(ah)

























