“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, hanya saja 2 unit kobong terbakar. Yakni, satu unit dua lantai terbakar hingga habis dan satu unit lagi mengalami rusak sedang akibat terbakar api,” ujarnya.
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa bencana kebakaran tersebut bermula pada saat berlangsung pengajian di TKP, tepatnya di Majelis yang merupakan tempat pengajian santri.
Saat itu, salah seorang santri bernama Jalaludin (23) yang merupakan saksi pertama tidak ikut mengaji. Dia bertugas giliran jaga kobong atau tempat tidur para santri.
“Nah, saat Jalaludin menjaga kobong, ia melihat ada percikan api yang berasal dari kobong atau tempat tidur para santri di kamar 1 lantai dua yang berasal dari aliran listrik. Setelah itu, saksi berteriak dan memanggil ustadz, Bahwa ada percikan api yang diduga berasal dari korsleting listrik,” paparnya.


























