Setelah mendengar teriakan Jalaludin, sontak ustadz dan para santri keluar dari kobong untuk menyelamatkan diri.
Kemudian para santri laki-laki memadamkan api dengan peralatan seadanya. Seperti mengambil air dengan menggunakan ember.
“Setelah itu warga setempat menghubungi Mapolsek Sukalarang dan Damkar,” tandasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Hanya saja, satu gedung dua lantai atau kobong santri yang terbuat dari kayu yang berisi Al-Quran, kitab-kitab ngaji, pakaian santri dan uang bekal santri yang ada di dalam gedung atau kobong santri ludes terbakar.
“Untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta,” pungkasnya.(*ah)


























