<strong><a href="https://beritaoke.id/">BERITAOKE.id</a> – </strong>Semangat mengaji santri Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim beralamat Cibolang Girang RT. 27 RW. 06 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/01) Para orang tua mengantarkan anaknya belajar mengaji sesuai jadwal di Lembaga Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra tersebut cukup tinggi. Setiap harinya secara terjadwal mereka berbondong-bondong mengikuti pengajian, setiap hari Senin-Rabu pukul 15.00-17.30 Wib. “Alhamdulillah antusias para santri maupun orang tua mereka terhadap lembaga ini cukup baik, semangat mereka untuk sama-sama mengaji sangat tinggi. Rata-rata yang belajar mengaji di sini itu adalah para pelajar PAUD/RA/TK/MI/SD/MA/SMA/SMK,” terang Ustadz Iim Abdul Karim kepada <a href="https://beritaoke.id/">beritaoke.id</a><!--nextpage--> “Merasa bangga dengan semangat anak-anak dalam belajar Al Quran”, Ucap Ustadz Iim Abdul Karim Keberadaan Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim diakui oleh pemerintah, sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 94 Tahun 2021 dengan Nomor Statistik : 510032021051. Kegiatan positif tersebut bertujuan agar para santri terus membaca Al-Qur’an dengan Tartil, Tahsin, Tahfidz, sesuai ilmu tajwid. ungkap Ustadzah Eneng Hamilah Sopriatul Badriah, S.Pd.I. selaku mudir Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Pemantau dan Media Pendidikan Fathiyyah Zahra, Ustadz Iim Abdul Karim, S.H., S.Pd.I., M.M.Pd., M.Si. mengatakan, para santri yang mengaji di lembaga Tahfiz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim berasal dari rentang usia 4-18 tahun. “Rasulullah SAW bersabda : Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara. Pertama mencintai Nabimu, mencintai ahlul baitnya, dan membaca Al-Qur’an karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah SWT pada hari ketika ada perlindungan-Nya, mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang yang suci (HR. Ath Thabrani),” tutur Ustadz Iim<!--nextpage--> Semoga dengan Al-Qur’an hidup kita menjadi berkah, aamin (iak)